Search This Blog

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi

METODE PELAKSANAAN
1.      PEMBERSIHAN
Pembersihan lokasi yang dimaksud yakni pemotongan/pembabatan semak belukar, ilalang dan lain-lain dilokasi pekerjaan dan hasil babatan/potongan semak diletakkan sedemikian rupa agar memudahkan pelaksanaan pengukuran dan pemasangan patok yang akan dilaksanakan berikutnya.

2.      CABUT TUNGGUL POHON
Pekerjaan cabut tunggul dilaksanakan pada pekerjaan ini sebanyak 60 buah, pekerjaan cabut tunggul dibuang keluar lokasi pekerjaan dengan syarat tidak merusak lingkungan atau dibuang ke lokasi lainnya atas persetujuan dari Direksi.

3.      GALIAN TANAH BIASA
-
Penetapan lokasi pekerjaan dilakukan melalui pengukuran bersama oleh kontraktor dan team pengawas;
-
Berikutnya dilanjutkan dengan pembersihan lokasi oleh kontraktor;
-
Kemudian dilakukan Pemasangan bowplang sesuai dengan gambar kerja yang telah disepakati;
-
Pekerjaan galian tanah sesuai dengan formasi yang ditetapkan pada gambar kerja dan Bowplang terpasang;
-
Tanah digali dengan cangkul menggunakan tenaga manusia
-
Hasil galian tanah diletakkan di areal pekerjaan timbunan tanah kembali;
-



-

Apabila dalam tahap penggalian terdapat genangan air, maka air harus dikeluarkan dengan memasang pompa selama penggalian dan bila dibutuhkan dapat dipasanga Coperdam untuk menghalau air tidak masuk kedalam galian pondasi.
Pekerjaan galian tanah disesuaikan dengan kebutuhan pemasangan konstruksi batu padas;

4.      PASANGAN BATU BELAH CAMP. 1:3
-
Pemasangan batu dengan Camp 1 PC : 3 PP;
-
Bahan semen,pasir,batu padas, dan air disesuaikan dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan;
-
Ukuran konstruksi Pasangan batu dengan Mortar disesuaikan dengan dimensi konstruksi saluran pada gambar Kerja yang disepakati;
-
Pekerjaan Konstruksi pasangan batu dengan mortar dilakukan setelah sebagian penggalian tanah telah selesai dilakukan dan semua ukuran dan bentuk telah disetujui oleh team pengawas;
-



-
Apabila dalam tahap pemasangan pondasi terdapat genangan air, maka air harus dikeluarkan dengan memasang pompa selama pelaksanaan sampai pasangan mengering dan bila dibutuhkan dapat dipasanga Coperdam untuk menghalau air tidak terjadi genangan pada pasangan batu.
Batu padas disusun tidak bersentuhan antara yang satu dengan yang lainnya, kemudian spesi mortar dituang di antara batu padas sehingga dapat mengikat batu menjadi satu kesatuan dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan gambar pelaksanaan,
-
Untuk menghindari pengeringan yang cepat/ pengaruh dari air hujan pasangan dapat ditutup dengan plastik untuk menghindari pengurangan kekuatan pasangan.

5.      PLESTERAN TEBAL 1,5 CM CAMP. 1:3
-
Pekerjaan plesteran dimulai setelah pekerjaan pasangan batu padas sebagian telah selesai dikerjakan
-
-
Bahan untuk plesteran : Semen,Pasir, air disesuaikan dengan spesifikasi teknis
Campuran mortar untuk plesteran adalah 1 PC : 3 PP
-
Pekerjaan plesteran dimulai setelah seluruh permukaan pasangan batu padas terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran yang mengurangi daya rekat semen
-
Pekerja memplester permukaan pasangan batu dengan mortar mengikuti ketebalan sesuai dengan spesifikasi teknis
-
Permukaan Plesteran harus rapi dan rata

6.      BETON K-175
Semua bahan untuk pekerjaan pengecoran beton harus sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan.
a.       Pekerja mempersiapkan semua bahan/ material dan peralatan di loksai pekerjaan
b.      Proses pencampuran beton dilakukan dengan menggunakan concrete mixer. Selama proses pencampuran ini akan diawasi oleh Quality Controller agar mutu beton yang dihasilkan sesuai dengan yang disyaratkan, Proses pencampuan beton ini berpengaruh sangat besar terhadap mutu beton yang dihasilkan nantinya. Material dimasukkan secara bertahap ke dalam concrete mixer antara 2 sampai 3 tahap, tidak sekaligus. Pertama-tama dimasukkan air terlebih dahulu, kemudian semen, setelah itu baru berturut-turut pasir dan kerikil. Jika pada mixer kapasitasnya masih memungkinkan untuk ditambah, maka setelah beton setengan masak, kemudian dimasukkan lagi, semen, kerikil dan pasir, begitu seterusnya sampai mixer penuh kapasitasnya. Setelah beton masak, baru dituang ke lokasi pekerjaan.
c.       Pada saat beton dihamparkan digunakan alat Concrete Vibrator atau alat perojok sesuai petunjuk dari Direksi pekerjaan, agar beton yang dituang dapat merata ke setiap bagian konstruksi yang di cor, terutama bagian-bagian konstruksi di tepi, di sudut, dan bagian beton yang instlalasi besi nya rapat.
d.      Perawatan beton dilakukan dengan cara penyiraman permukaan beton dengan air selama 14 hari setiap 3 jam sekali. Pekerjaan perawatan beton ini juga dapat dilakukan dengan melapisi beton menggunakan Karung goni basah.

7.      BEKISTING MENGGUNAKAN MULTIFLEX
Untuk mendapatkan hasil cetakan yang sesuai dengan gambar bestek atau rencana maka kami akan membuat bekisting yang terbuat dari multiflex yang pemasangannya diajukan terlebih dahulu kepada Direksi/Pengawas untuk mendapatkan persetujuan.Cetakan akan dibuat untuk mampu memikul beban serta tidak bocor.Cetakan beton dibuat sesuai dengan bentuk beton yang sesuai dengan gambar.

8.      PEMBESIAN PELAT
Pekerjaan pembesian dilakukan sesudah atau bersamaan dengan pekerjaan bekisting.
a.       Pelaksana membuat Bar Bending Schedule, dan menghitung kebutuhan potong-potongan besi berikut jumlahnya, setelah itu juga disertai dengan gambar potongan dan pembengkokan. Hal ini untuk memudahkan tukang dan pekerja dalam pengerjaan pemotongan dan pembengkokkan besi. Bar Bending schedule juga sangat efektif untuk mengurangi kesalahan pemotongan besi, dan pemborosan pemakaian besi di lapangan.
b.      Pekerjaan pemotongan dan fabrikasi besi ini baru dapat dilakukan, jika Bar Bending schedule dan gambarnya yang diajukan ke Direksi Pekerjaan / Konsultan supervisi, telah disetujui dan diperintahkan untuk dilaksanakan.
c.       Pekerja merakit besi yang telah dipotong sesuai ukuran pada gambar kerja
d.      Pekerja meletakkan besi yang telah dirakit pada bekisting yang telah disiapkan
e.       Apabila besi telah terpasang, maka dilanjutkan dengan pekerjaan pengecoran


9.      KISTDAM PASIR
Pekerjaan kisdam adalah karung goni yang di isi dengan pasir. Goni yang terisi pasir disusun sesuai gambar atau sesuai kebutuhan lapangan atas persetujuan direksi pekerjaan. pasir/tanah diisi ke dalam goni. Goni yang telah diisi dijahit/diikat rapi. Setelah itu diangkat dengan baik dan disusun berselang-seling seperti yang di tunjukkan dalam gambar.

10.  PENGERINGAN DENGAN POMPA
Pompa air disini dilakukan untuk mengeringkan lokasi pekerjaan, sehingga pelaksanaan pekerjaan tidak terganggu akibat adanya genangan air di lokasi pekerjaan. Dan apabila didapatkan kondisi yang tidak diharapkan (debit terlalu besar) kami akan menambah jumlah pompa yang diperlukan atau atas petunjuk dari direksi.

11.  PIPA SULING / DRAIN HOLE
suling-suling resapan dipasang sesuai design atau instruksi dari pemberi kerja. Pipa Suling terbuat dari pipa paralon yang dibungkus ijuk diujung pipa bagian dalam (atau sesuai dengan instruksi dan persetujuan dari direksi) Pipa suling tersebut dipasang bersamaan dengan pasangan batu dengan jarak sesuai dengan persetujuan direksi

12.  TIMBUNAN / URUGAN TANAH KEMBALI
Bahan timbunan dari hasil galian dipilih yang baik dan disetujui direksi. Material timbunan yang dipakai harus disetujui oleh direksi. Sebelum melaksanakan timbunan, apabila lokasi tersebut kering, maka dilakukan penyiraman terlebih dahulu untuk mendapatkan kontak anatara tanah asli dengan tanah timbunan. Timbunan dibuat dengan lapis per lapis dengan ketebalan tiap lapisan 30 cm. Timbunan dipadatkan secara merata.


PEKERJAAN PENDAHULUAN
1.    Pekerjaan Bongkaran
·         Pembongkaran dilakukan oleh para pekerja dan apabila diperlukan dapat menggunakan alat. Area harus bersih dari segala aktifitas kegiatan orang lain sehingga tidak terjadi kemungkinan material bongkaran dapat mencelakai orang lain dan para pekerja.
·         harus benar-benar meratakan dan membersihkan bongkaran sehingga pekerjaan selanjutnya dapat dilaksanakan tanpa mempunyai hambatan apapun.
·         Bekas bongkaran di kumpulkan dan ditumpuk dilokasi yang tidak mengganggu pekerjaan dan sesuai dengan instruksi dari direksi


TOILET LABORATORIUM  I
1.    Pekerjaan Keramik Lantai
a.    Rabat beton lantai kerja tebal 10 cm
·         Persiapan
Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir, split dan air.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain :  concrete mixer, meteran, waterpass, cangkul, talang cor, ember, sendok semen, raskam, benang, selang air, dll.

·         Pengukuran
Terlebih dahulu juru ukur (surveyor) melakukan pengukuran untuk menentukan leveling lantai kerja. Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi warna cat.

Pelaksanaan pekerjaan lantai kerja
·         Untuk lantai kerja dibuat dengan ketebalan sesuai rencana.
·         Buat adukan untuk lantai kerja dengan campuran sesuai dengan spesifikasi teknis dan instruksi direksi. 
·         Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang lantai kerja sudah  terdapat urugan pasir  dengan ketebalan yang sesuai  rencana dan telah diratakan.
·         Bersihkan lokasi yang akan dipasang lantai kerja dari sampah atau kotoran.
·         Pasang patok dan leveling lantai kerja yang diperlukan sebagai acuan untuk menentukan ketebalan. Bisa juga dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m untuk leveling lantai kerja.
·         Tuangkan adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau ember.
·         Adukan lantai kerja diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok adukan/raskam sampai ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melakukan tarikan benang dari patok level satu dengan yang lainnya.




b.    Urugan pasir
Urugan pasir dilakukan sebelum pemasangan lantai kerja agar tidak terjadi penurunan. pada saat pengurugan pasir dilaksanakan pemadatan hingga mencapai garis elevasi rencana.

c.    Pasangan Keramik 20x20
1)    Pada pekerjaan lantai seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan diatas beton cor, sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu tanah pasir urug dipadatkan dengan alat pemadat.
2)    Pola pemasangan keramik lantai sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar) dibuat sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan pabrik.
3)    Keramik yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. Pinggulan pasangan keraamik dilakukan dengan alat gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang sempurna.

2.    Pekerjaan Keramik Dinding 20x40

·         Pada pekerjaan dinding seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan diatas plesteran, sebelum dilakukan pemasangan keramik terlebih dahulu plesteran diratakan.
·         Pola pemasangan keramik lantai sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar) dibuat sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan pabrik.
·         Keramik yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. pemotongan pasangan keramik dilakukan dengan alat gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang sempurna.
3.    Pekerjaan Meja Wastafel
a.    Cor meja beton
Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan pengecoran untuk pekerjan
Cor Meja Beton,

a. Bahan-bahan:
- Semen.
Digunakan portland cement jenis I menurut NI-8 tahun 1972 dan memenuhi s-400 menurut Standar cement portland yang digariskan oleh Asosiasi Semen Indonesia (NI 8 TAHUN 1972). Semen yang telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu zak semen, tidak akan dipergunakan sebagai bahan campuran. Penyimpanan dilakukan sedemikian rupa sehingga terhindar dari tempat yang lembab agar semen tidak cepat mengeras. Tempat penyimpanan semen akan ditinggikan 30 cm dan tidak menempel terhadap dingding tempat penyimpanan serta tumpukan paling tinggi 2 m. Setiap semen baru yang masuk harus dipisahkan dari semen yang telah ada agar pemakaian semen dapat di lakukan menurut urutan pengiriman.
- Pasir beton.
Pasir beton yang di pergunakan berupa pasir berbutir-butir tajam dan keras,bebas dari bahanbahan organis,lumpurdan sejenisnya serta memenuhi komposisi butir serta kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam SK SNI T 15.1919.03 dan Baku mutu yang disyaratkan dalam dokumen kontrak.
- Kerikil.
Kerikil yang akan digunakan kerikil yang bersih dan bermutu baik, serta mempunyai gradasi dan kekerasan sesuai yang diisyaratkan dalam SK SNI T-15.1919.03.; Penimbunan kerikil dengan pasir akan dipisahkan agar kedua jenis material tersebut tidak tercampur untuk menjamin adukan beton dengan komposisi material yang tepat.
- Air.
Air yang digunakan adalah air tawar, tidak mengandung minyak, asam alkali, garam, bahan-bahan lain yang dapat merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini akan dipakai air bersih yang dapat diminum.
- Besi beton.
Besi beton yang digunakan adalah sesuai dengan gambar bestek dengan mutu baja polos BJTP 24 dengan tegangan leleh fy=240 Mpa. Daya lekat baja tulangan akan dijaga dari kotoran,lemak,minyak,karat lepas dan bahan lain nya. Besi beton akan disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak disimpan di udara terbuka dalam jangka waktu panjang. Besi beton digunakan pada pondasi tapak dan di tempat yang menggunakan beton bertulang sesuai dengan gambar rencana. Membengkok dan meluruskan tulangan akan dilakukan dalam keadaan batang dingin. Tulangan harus dipotong dan dibengkokkan sesuai gambar dan harus minta persetujuan Direksi / Pengawas terlebih dahulu.antara tulangan harus diikat dengan kawat bendrat dan
dipastikan ikatan kuat sehingga tidak merubah bentuk dan ukuran yang direncanakan.

b. Komposisi / Campuran Beton / Mutu Beton
-       komposisi/Campuran beton yang digunakan adalah sesuai sepsifikasi dan sesuai dengan gambar kerja.
-       Pemborong akan melaporkan kepada Direksi/konsultan Pengawas apabila ada perbedaan yang didapat didalam gambar konstruksi dan gambar arsitektur.
-       Pengangkutan adukan beton dari tempat pengadukan ketemppat pengecoran akan dilakukan dengan cara:
·         Tidak berakibat pemisahan dan kehilangan bahan-bahan.
·         Tidak terjadi perbedaan waktu pengikatan yang menyolok antara beton yang sudah di cor dan yang akan di cor,dan nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton harus memenuhi SK SNI T-15.1919.03.

·         Pengecoran
-       Pengecoran beton akan dilaksanakan atas persetujuan tertulis Direksi / konsultan Pengawas. Selama pengecoran berlangsung pekerja dilarang berdiri dan berjalan-jalan diatas area pengecoran. Untuk dapat sampai ke tempat-tempat yang sulit dicapai harus digunakan papanpapan berkaki yang tidak membebani pengecoran. Kaki-kaki tersebut dapat di cabut pada saat beton di cor.
-       Apabila pengecoran beton akan di hentikan(digantung), maka tempat penghentiannya akan di setujui oleh Direksi / Konsultan Pengawas. Untuk melanjutkan bagian pekerjaan yang di putus tersebut,bagian permukaan yang mengeras akan dibersihkan dan dibuat kasar kemudian diberi additive yang memperlambat proses pengerasan. Kecuali pada pengecoran kolom, adukan tidak akan dicurahkan dari ketinggian yang lebih tinggi dari 1,5 m.
·         Perawatan beton
-       Beton yang sudah di cor akan dijaga agar tidak kehilangan kelembapan untuk paling sedikit 14 (empat belas) hari. Untuk keperluan tersebut ditetapkan cara sebagai berikut:
1.    Dipergunakan karung-karung goni yang senantiasa basah sebagai penutup beton.
2.    Hasil pekerjaan beton yang tidak baik seperti sarang kerikil, permukaan tidak mengikuti bentuk yang diinginkan, munculnya pembesian pada permukaan beto,dan lain-lain yang tidak memenuhi syarat, akan dibongkar kembali sebagian atau seluruhnya menurut perintah Direksi / Konsultan Pengawas. Untuk selanjutnya diganti atau diperbaiki segera atas resiko pemborong.
3.    Semua beton yang dimintakan untuk dipekerjakan dalam spesifikasi ini sudah tercakup dalam harga yang ditawarkan dalam Daftar Volume Pekerjaan, harga satuan yang ditawarkan untuk pekerjaan ini mencakup biaya-biaya air, pasir, kerikil, semen, pemeliharaan, pengujian beton, serta semua pekerjaan-pekrjaan lainnya sesuai dengan persyaratan dan keperluan yang termaksud diatas.

b.    Pasangan Keramik 60x60
·         Pada pekerjaan Wastafel seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan diatas beton cor,.
·         Pola pemasangan keramik sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar) dibuat sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan pabrik.
·         Keramik yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. pemotongan pasangan keramik dilakukan dengan alat gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang sempurna.

4.    Pengecatan Dinding
a.    Pengerokan/pengikisan cat lama
·         lakukan pengupasan pada bagian cat lama yang terkupas dan ada gelembung udara dengan menggunakan sekrap. pastikan pekerjaan ini berlangsung dengan baik
·         gosok bagian cat lama yang terkupas tersebut dengan kertas pasir halus, dan bersihkan dengan kain lap sehingga bersih dari debu dan kotoran yang menempel
·         dempul bagian yang terkupas dengan tepung dempul sehingga permukaan menjadi rata
·         setelah dempul kering, gosok semua dempulan dengan kertas pasir halus, lalu bersihkan debunya dengan kain lap
b.    Pengecatan Dinding Interior
·         Setelah dinding bersih dari debu, cat dinding dengan cat dasar sesuai spesifikasi teknis
·         lalu lakukan pengecatan ulang dengan cat penutup sebanyak dua lapis. setiap lapis pengecatan haruslah cat nya hingga kering lalu dilanjutkan lapis berikutnya

5.    Pasangan Wastafel lengkap
·         Pekerjaan wastafel disesuaikan dengan gambar pola keramik.
·         Sebelum dilakukan pemasangan dilakukan pengukuran terlebih dahulu (marking area) titik penempatan dan elevasi wastafel tersebut.
·          Berikan tanda titik penempatan posisi wastafel.
·          Pemasangan pipa saluran inlet dan outlet.
·         Pastikan posisi inlet untuk connect ke wastafel sudah terpasang sesuai dengan gambar kerja.
·          Pasang wastafel sesuai dengan titik yang telah ditentukan.
·         Proteksi wastafel yang sudah terpasang, setelah itu lakukan testing fungsi.

6.    Pasangan Kloset Duduk tanpa Tangki
·         Pekerjaan kloset disesuaikan dengan gambar pola keramik.
·         Sebelum dilakukan pemasangan kloset dilakukan pengukuran terlebih dahulu (marking area) titik penempatan dan elevasi kloset tersebut.
·         Berikan tanda titik penempatan posisi kloset.
·         Pemasangan pipa saluran inlet dan outlet.
·         Pastikan posisi inlet untuk connect ke kloset sudah terpasang sesuai dengan gambar kerja.
·         Pasang kloset sesuai dengan titik yang telah ditentukan.
·         Proteksi kloset yang sudah terpasang, setelah itu lakukan testing fungsi

7.    Perbaikan Instalasi Air bersih dan air kotor
·         Persiapan gambar shop drawing pekerjaan perbaikan instalasi air bersih dan air kotor.
·         Approval material yang akan digunakan.
·         Persiapan lahan kerja.
·         Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat bantu kerja disiapkan.
·         Pekerjaan Perbaikan instalasi air bersih dan air kotor dilaksanakan dengan mengganti dan memperbaiki jaringan air bersih dan air kotor yang tidak berfungsi atau rusak
·         Tahap akhir adalah pengecekan yang berfungsi untuk mengecek apakah instalasi air bersih dan air kotor tersebut berfungsi sesuai dengan rencana.

8.    Pekerjaan Pintu besi 90x210
pekerjaan pemasangan pintu besi, dilaksanakan dengan terlebih dahulu mendatangkan pintu, kemudian memasangnya dengan rapi dan rapat.

BANGUNAN LABORATORIUM BAKTERIOLOGI, GUDANG, DAN TOILET MAHASISWA
1.    Pekerjaan Plafon
a.    Sisipan plafon
§  Setelah rangka terpasang dengan benar, rata dan kuat serta instalasi ME sudah terpasang semua, maka lembaran tripleks dapat mulai dipasang.
§  Untuk tripleks, pertemuan diatur secara menyilang.
§  Sebelum pemasangan paku pastikan paku disesuaikan benar, sehingga paku hanya masuk sedikit kedalam permukaan tripleks.
·         Setelah lembaran tripleks terpasang semua, cek leveling permukaan plafond.
b.    Sisipan Rangka Plafon
Langkah-langkah pelaksanaan Pekerjaan rangka plafon adalah sebagai berikut:

·         Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain :kayu, paku dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran, schafolding, gerinda, gergaji besi, bor screw driver, kape, ampelas, cutter, selang dan air.

·         Pengukuran
Level/peil plafond diukur dahulu dengan menggunakan theodolith dan dibantu menggunakan selang air.
Untuk mempermudah pemasangan, titik tetap pengukuran dipindahkan ke dinding atau kolom dengan ketinggian 1 m dari lantai.

·         Pasang rangka
Setelah posisi plafond didapatkan, pekerjaan awal adalah pemasangan rangka kayu pada bagian tepi untuk memperoleh titik tetap plofond.
Dilanjutkan pemasangan rangka pembagi yang digantung ke plat beton  dengan menggunakan paku beton/penggantung. Perkuatan antara rangka kayu dengan menggunakan paku.
Penempatan jarak rangka kayu maksimum berjarak 60 cm.
·         Setalah semua rangka terpasang, lakukan perataan (leveling) dengan menggunakan tarikan benang, setelah itu penggantung bisa dimatikan

c.    Pengecatan Plafon
·         pastikan permukaan plafon bersih dari debu dan kotoran, serta telah rata
·         Selanjutnya dilakukan pekerjaan pengecatan plafond sesuai dengan instruksi dari pemberi kerja dan spesifikasi teknis.

2.    Pekerjaan Keramik Lantai Gudang
a.    Pasangan Keramik 30x30
·         Pada pekerjaan lantai seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan diatas beton cor,.
·         Pola pemasangan keramik sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar) dibuat sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan pabrik.
·         Keramik yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. pemotongan pasangan keramik dilakukan dengan alat gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang sempurna.

3.    Pekerjaan Toilet Mahasiswa
a.    Pembersihan Keramik dengan alat pembersih keramik
·         terakhir adalah pembersihan lantai keramik dan dinding dengan bersih dan rapi. pembersih yang digunakan adalah sesuai dengan spesifikasi dan instruksi dari direksi.

b.    Pasangan keramik Dinding 20x25
·         Pada pekerjaan keramik dinding seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan diatas plesteran,.
·         Pola pemasangan keramik sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar) dibuat sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan pabrik.
·         Keramik yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. pemotongan pasangan keramik dilakukan dengan alat gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang sempurna.
·         pastikan pemasangan keramik dilakukan dengan tegak lurus

c.    Memasang Kran air bak
pemasangan keran air bak dilaksanakan sesuai dengan instruksi dari direksi, dan dikerjakan dengan rapi dan benar. setelah selesai pemasangan, keran air dicoba untuk membuktikan bahwa keran tersebut berfungsi dengan baik
4.    Mengganti Daun Pintu
·         pertama dilakukan pembongkaran daun pintu lama
·         daun pintu baru didatangkan dan di pasang ke kusen pintu tersebut
·         pemasangan pintu dilaksanakan sesuai dengan instruksi dari pemberi kerja dan dikerjakan dengan rapi

5.    Perbaikan Instalasi Listrik
Perbaikan instalasi listrik dikerjakan dengan hatihati dan sesuai dengan rencana. setelah perbaikan selesai, dilaksanakan pengecekan untuk mengetahui listrik tersebut berfungsi dengan baik

6.    Pekerjaan Cat
a.    Pengerokan/pengikisan cat lama
·         lakukan pengupasan pada bagian cat lama yang terkupas dan ada gelembung udara dengan menggunakan sekrap. pastikan pekerjaan ini berlangsung dengan baik
·         gosok bagian cat lama yang terkupas tersebut dengan kertas pasir halus, dan bersihkan dengan kain lap sehingga bersih dari debu dan kotoran yang menempel
·         dempul bagian yang terkupas dengan tepung dempul sehingga permukaan menjadi rata
·         setelah dempul kering, gosok semua dempulan dengan kertas pasir halus, lalu bersihkan debunya dengan kain lap

b.    Pengecatan Dinding Interior
·         Setelah dinding bersih dari debu, cat dinding dengan cat dasar sesuai spesifikasi teknis
·         lalu lakukan pengecatan ulang dengan cat penutup sebanyak dua lapis. setiap lapis pengecatan haruslah cat nya hingga kering lalu dilanjutkan lapis berikutnya

c.    Pengecatan Dinding Eksterior
·         Setelah dinding bersih dari debu, cat dinding dengan cat dasar sesuai spesifikasi teknis
·         lalu lakukan pengecatan ulang dengan cat penutup sebanyak dua lapis. setiap lapis pengecatan haruslah cat nya hingga kering lalu dilanjutkan lapis berikutnya

d.    Pengecatan Kusen dan daun Pintu
·         bersihkan permukaan kayu dari debu dll
·         Setelah permukaan bersih dari debu, cat lapis pertama sesuai spesifikasi teknis
·         lalu lakukan pengecatan ulang pada lapis kedua setelah lapis pertama tersebut kering


BANGUNAN RUANG KELAS DAN SELASAR
1.    Penambahan Sekat Ruang Dosen ( 3,4 m x 7 m )
·         Persiapan material kerja, antara lain :balok kayu 6x12, Paku biasa, Plywood 4mm, Lem kayu dll.
·         Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, steiger, unting-unting, gerinda, gergaji, bor screw driver, kape, ampelas, cutter, selang air, dll.

Pek dinding partisi
·         Pengukuran
Lebih dahulu juru ukur/surveyor dengan theodolith menentukan dan menandai (marking) pada bagian lantai dan dinding pemasangan dinding partisi.

Pemasangan rangka
·         Potong rangka dengan ukuran dengan sesuai gambar kerja.
·         Pasang rangka pada bagian lantai dan dinding mengikuti marking dengan jarak rangka sesuai spesifikasi dan gambar.
·         Pastikan dan cek rangka sudah terpasang tegak lurus (siku).
·         Pasang lembaran plywood pada rangka dengan perkuatan menggunakan paku dan lem kayu.
·         Lembaran plywood dipasang satu sisi dahulu, untuk memudahkan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal. Setelah instalasi mekanikal dan elektrikal terpasang baru lembaran plywood sisi berikutnya dipasang.
·         Cek kerataan permukaan pasangan dinding partisi.
·         Sambungan antar plywood digosok dengan ampelas halus untuk mendapatkan permukaan yang rata/flat.
.
2.    Pemasangan HPL Sekat Ruang Dosen
·         Plywood dibersihkan dengan diamplas
·         bahan dasar tersebut disemprot lem kuning/ contact glue
·         HPL yang akan ditempel ke bidang tersebut desemprot dengan lem juga
·         rekatkan HPL dengan bidang plywood (rekatkan dengan hati-hati untuk menghindari gelembung udara)
·         rapikan seluruh pinggiran dinding yang sudah dilapisi dengan HPL

3.    Sisipan keramik lantai 40x40
·         Pada pekerjaan lantai seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan diatas beton cor,.
·         Pola pemasangan keramik sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar) dibuat sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan pabrik.
·         Keramik yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. pemotongan pasangan keramik dilakukan dengan alat gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang sempurna.

4.    Pekerjaan Cat
a.    Pengerokan/pengikisan cat lama
·         lakukan pengupasan pada bagian cat lama yang terkupas dan ada gelembung udara dengan menggunakan sekrap. pastikan pekerjaan ini berlangsung dengan baik
·         gosok bagian cat lama yang terkupas tersebut dengan kertas pasir halus, dan bersihkan dengan kain lap sehingga bersih dari debu dan kotoran yang menempel
·         dempul bagian yang terkupas dengan tepung dempul sehingga permukaan menjadi rata
·         setelah dempul kering, gosok semua dempulan dengan kertas pasir halus, lalu bersihkan debunya dengan kain lap

b.    Pengecatan Dinding Interior
·         Setelah dinding bersih dari debu, cat dinding dengan cat dasar sesuai spesifikasi teknis
·         lalu lakukan pengecatan ulang dengan cat penutup sebanyak dua lapis. setiap lapis pengecatan haruslah cat nya hingga kering lalu dilanjutkan lapis berikutnya

c.    Pengecatan Dinding Eksterior
·         Setelah dinding bersih dari debu, cat dinding dengan cat dasar sesuai spesifikasi teknis
·         lalu lakukan pengecatan ulang dengan cat penutup sebanyak dua lapis. setiap lapis pengecatan haruslah cat nya hingga kering lalu dilanjutkan lapis berikutnya

d.    Pengecatan Kusen
·         bersihkan permukaan kayu dari debu dll
·         Setelah permukaan bersih dari debu, cat lapis pertama sesuai spesifikasi teknis
·         lalu lakukan pengecatan ulang pada lapis kedua setelah lapis pertama tersebut kering

5.    Pekerjaan Plafon
a.    Sisipan plafon
§  Setelah rangka terpasang dengan benar, rata dan kuat serta instalasi ME sudah terpasang semua, maka lembaran tripleks dapat mulai dipasang.
§  Untuk tripleks, pertemuan diatur secara menyilang.
§  Sebelum pemasangan paku pastikan paku disesuaikan benar, sehingga paku hanya masuk sedikit kedalam permukaan tripleks.
·         Setelah lembaran tripleks terpasang semua, cek leveling permukaan plafond.
b.    Sisipan Rangka Plafon
Langkah-langkah pelaksanaan Pekerjaan rangka plafon adalah sebagai berikut:
·         Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain :kayu, paku dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran, schafolding, gerinda, gergaji besi, bor screw driver, kape, ampelas, cutter, selang dan air.
·         Pengukuran
Level/peil plafond diukur dahulu dengan menggunakan theodolith dan dibantu menggunakan selang air.
Untuk mempermudah pemasangan, titik tetap pengukuran dipindahkan ke dinding atau kolom dengan ketinggian 1 m dari lantai.
·         Pasang rangka
Setelah posisi plafond didapatkan, pekerjaan awal adalah pemasangan rangka kayu pada bagian tepi untuk memperoleh titik tetap plofond.
Dilanjutkan pemasangan rangka pembagi yang digantung ke plat beton  dengan menggunakan paku beton/penggantung. Perkuatan antara rangka kayu dengan menggunakan paku.
Penempatan jarak rangka kayu maksimum berjarak 60 cm.
·         Setalah semua rangka terpasang, lakukan perataan (leveling) dengan menggunakan tarikan benang, setelah itu penggantung bisa dimatikan

c.    Pengecatan Plafon
·         pastikan permukaan plafon bersih dari debu dan kotoran, serta telah rata
·         Selanjutnya dilakukan pekerjaan pengecatan plafond sesuai dengan instruksi dari pemberi kerja dan spesifikasi teknis.

6.    Perbaikan instalasi listrik + kabel tray
Perbaikan instalasi listrik dikerjakan dengan hatihati dan sesuai dengan rencana. setelah perbaikan selesai, dilaksanakan pengecekan untuk mengetahui listrik tersebut berfungsi dengan baik


BANGUNAN KANTOR
1.    Pekerjaan Plafon
a.    Sisipan plafon
§  Setelah rangka terpasang dengan benar, rata dan kuat serta instalasi ME sudah terpasang semua, maka lembaran tripleks dapat mulai dipasang.
§  Untuk tripleks, pertemuan diatur secara menyilang.
§  Sebelum pemasangan paku pastikan paku disesuaikan benar, sehingga paku hanya masuk sedikit kedalam permukaan tripleks.
·         Setelah lembaran tripleks terpasang semua, cek leveling permukaan plafond.
b.    Sisipan Rangka Plafon
Langkah-langkah pelaksanaan Pekerjaan rangka plafon adalah sebagai berikut:
·         Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain :kayu, paku dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran, schafolding, gerinda, gergaji besi, bor screw driver, kape, ampelas, cutter, selang dan air.
·         Pengukuran
Level/peil plafond diukur dahulu dengan menggunakan theodolith dan dibantu menggunakan selang air.
Untuk mempermudah pemasangan, titik tetap pengukuran dipindahkan ke dinding atau kolom dengan ketinggian 1 m dari lantai.
·         Pasang rangka
Setelah posisi plafond didapatkan, pekerjaan awal adalah pemasangan rangka kayu pada bagian tepi untuk memperoleh titik tetap plofond.
Dilanjutkan pemasangan rangka pembagi yang digantung ke plat beton  dengan menggunakan paku beton/penggantung. Perkuatan antara rangka kayu dengan menggunakan paku.
Penempatan jarak rangka kayu maksimum berjarak 60 cm.
·         Setalah semua rangka terpasang, lakukan perataan (leveling) dengan menggunakan tarikan benang, setelah itu penggantung bisa dimatikan

c.    Pengecatan Plafon
·         pastikan permukaan plafon bersih dari debu dan kotoran, serta telah rata
·         Selanjutnya dilakukan pekerjaan pengecatan plafond sesuai dengan instruksi dari pemberi kerja dan spesifikasi teknis.


BAK SAMPAH
1.    Pekerjaan Sloof
a.    Penggalian 1 m3 tanah biasa sedalam 1 m
·         Galian tanah untuk sloof harus sesuai dengan ukuran dalam gambar pelaksanaan yaitu sedalam 1m. Apabila diperlukan untuk mencapai daya dukung yang baik,dasar galian harus dipadatkan/ditumbuk.
·         jika galian melampaui batas kedalaman,kontraktor harus menimbun kembali dan dipadatkan sampai kepadatan maksimum,Hasil galian yang dapat dipakai untuk penimbunan harus diangkut langsung ke tempat yang sudah direncanakan dan disetujui oleh Direksi.

b.    Beton sloof
Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan pengecoran untuk pekerjan
beton sloof,

a. Bahan-bahan:
- Semen.
Digunakan portland cement jenis I menurut NI-8 tahun 1972 dan memenuhi s-400 menurut Standar cement portland yang digariskan oleh Asosiasi Semen Indonesia (NI 8 TAHUN 1972). Semen yang telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu zak semen, tidak akan dipergunakan sebagai bahan campuran. Penyimpanan dilakukan sedemikian rupa sehingga terhindar dari tempat yang lembab agar semen tidak cepat mengeras. Tempat penyimpanan semen akan ditinggikan 30 cm dan tidak menempel terhadap dingding tempat penyimpanan serta tumpukan paling tinggi 2 m. Setiap semen baru yang masuk harus dipisahkan dari semen yang telah ada agar pemakaian semen dapat di lakukan menurut urutan pengiriman.
- Pasir beton.
Pasir beton yang di pergunakan berupa pasir berbutir-butir tajam dan keras,bebas dari bahanbahan organis,lumpurdan sejenisnya serta memenuhi komposisi butir serta kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam SK SNI T 15.1919.03 dan Baku mutu yang disyaratkan dalam dokumen kontrak.
- Kerikil.
Kerikil yang akan digunakan kerikil yang bersih dan bermutu baik, serta mempunyai gradasi dan kekerasan sesuai yang diisyaratkan dalam SK SNI T-15.1919.03.; Penimbunan kerikil dengan pasir akan dipisahkan agar kedua jenis material tersebut tidak tercampur untuk menjamin adukan beton dengan komposisi material yang tepat.
- Air.
Air yang digunakan adalah air tawar, tidak mengandung minyak, asam alkali, garam, bahan-bahan lain yang dapat merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini akan dipakai air bersih yang dapat diminum.
- Besi beton.
Besi beton yang digunakan adalah sesuai dengan gambar bestek dengan mutu baja polos BJTP 24 dengan tegangan leleh fy=240 Mpa. Daya lekat baja tulangan akan dijaga dari kotoran,lemak,minyak,karat lepas dan bahan lain nya. Besi beton akan disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak disimpan di udara terbuka dalam jangka waktu panjang. Besi beton digunakan pada pondasi tapak dan di tempat yang menggunakan beton bertulang sesuai dengan gambar rencana. Membengkok dan meluruskan tulangan akan dilakukan dalam keadaan batang dingin. Tulangan harus dipotong dan dibengkokkan sesuai gambar dan harus minta persetujuan Direksi / Pengawas terlebih dahulu.antara tulangan harus diikat dengan kawat bendrat dan
dipastikan ikatan kuat sehingga tidak merubah bentuk dan ukuran yang direncanakan.

b. Komposisi / Campuran Beton / Mutu Beton
-       komposisi/Campuran beton yang digunakan adalah sesuai sepsifikasi dan sesuai dengan gambar kerja.
-       Pemborong akan melaporkan kepada Direksi/konsultan Pengawas apabila ada perbedaan yang didapat didalam gambar konstruksi dan gambar arsitektur.
-       Pengangkutan adukan beton dari tempat pengadukan ketemppat pengecoran akan dilakukan dengan cara:
-       Tidak berakibat pemisahan dan kehilangan bahan-bahan.
-       Tidak terjadi perbedaan waktu pengikatan yang menyolok antara beton yang sudah di cor dan yang akan di cor,dan nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton harus memenuhi SK SNI T-15.1919.03.

·         Pengecoran
-       Pengecoran beton akan dilaksanakan atas persetujuan tertulis Direksi / konsultan Pengawas. Selama pengecoran berlangsung pekerja dilarang berdiri dan berjalan-jalan diatas area pengecoran. Untuk dapat sampai ke tempat-tempat yang sulit dicapai harus digunakan papanpapan berkaki yang tidak membebani pengecoran. Kaki-kaki tersebut dapat di cabut pada saat beton di cor.
-       Apabila pengecoran beton akan di hentikan(digantung), maka tempat penghentiannya akan di setujui oleh Direksi / Konsultan Pengawas. Untuk melanjutkan bagian pekerjaan yang di putus tersebut,bagian permukaan yang mengeras akan dibersihkan dan dibuat kasar kemudian diberi additive yang memperlambat proses pengerasan. Kecuali pada pengecoran kolom, adukan tidak akan dicurahkan dari ketinggian yang lebih tinggi dari 1,5 m.
·         Perawatan beton
-       Beton yang sudah di cor akan dijaga agar tidak kehilangan kelembapan untuk paling sedikit 14 (empat belas) hari. Untuk keperluan tersebut ditetapkan cara sebagai berikut:
1.    Dipergunakan karung-karung goni yang senantiasa basah sebagai penutup beton.
2.    Hasil pekerjaan beton yang tidak baik seperti sarang kerikil, permukaan tidak mengikuti bentuk yang diinginkan, munculnya pembesian pada permukaan beto,dan lain-lain yang tidak memenuhi syarat, akan dibongkar kembali sebagian atau seluruhnya menurut perintah Direksi / Konsultan Pengawas. Untuk selanjutnya diganti atau diperbaiki segera atas resiko pemborong.
3.    Semua beton yang dimintakan untuk dipekerjakan dalam spesifikasi ini sudah tercakup dalam harga yang ditawarkan dalam Daftar Volume Pekerjaan, harga satuan yang ditawarkan untuk pekerjaan ini mencakup biaya-biaya air, pasir, kerikil, semen, pemeliharaan, pengujian beton, serta semua pekerjaan-pekrjaan lainnya sesuai dengan persyaratan dan keperluan yang termaksud diatas.

c.    Tulangan sloof
-       Besi beton yang digunakan adalah sesuai dengan gambar bestek dengan mutu baja polos BJTP 24 dengan tegangan leleh fy=240 Mpa. Daya lekat baja tulangan akan dijaga dari kotoran,lemak,minyak,karat lepas dan bahan lain nya. Besi beton akan disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak disimpan di udara terbuka dalam jangka waktu panjang. Besi beton digunakan pada sloof dan di tempat yang menggunakan beton bertulang sesuai dengan gambar rencana. Membengkok dan meluruskan tulangan akan dilakukan dalam keadaan batang dingin. Tulangan harus dipotong dan dibengkokkan sesuai gambar dan harus minta persetujuan Direksi / Pengawas terlebih dahulu.antara tulangan harus diikat dengan kawat bendrat dan
-       dipastikan ikatan kuat sehingga tidak merubah bentuk dan ukuran yang direncanakan.

2.    Pekerjaan Dinding
a.    Pasangan bata
1.    Persiapan
o   Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pasang bata.
o   Approval material yang akan digunakan.
o   Persiapan lahan kerja.
o   Persiapan material kerja, antara lain : bata, semen PC, pasir pasang dan air..
o   Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, water pass, meteran, benang,unting-unting, profil, selang air, sendok semen, dll.
2.    Pengukuran
o   Pengukuran dengan menggunakan alat ukur theodolith dan waterpass.
o   Juru ukur menentukan dan menandai (marking) lokasi yang akan dipasang batu bata termasuk titik-titik kolom praktis, as dinding, ketinggian pasangan, siku ruangan dan ketebalan dinding.
3.    Pelaksanaan pekerjaan pasang bata
o   Pasangan bata biasa dengan menggunakan adukan sesuai dengan spesifikasi teknis
o   Sebelum bata dipasang terlebih dahulu direndam dalam air jenuh, agar air semen adukan tidak terserap dalam bata yang mana akan mengakibatkan adukan mudah rontok dan dan pasangan batu bata cukup kuat.
o   Buat adukan untuk pasangan dinding bata.
o   Pasang profil dan benang serta unting-unting untuk acuan pasangan dinding bata.
o   Pasang dan susun bata pada area yang telah diberi tanda marking dengan menggunakan perekat adukan.
o   Cek dan periksa kesikuan/kerataan pasangan bata pada setiap ketinggian 1 m.

b.    Plesteran
o   Material Semen PC, Pasir Pasangan, dan Air sudah harus on site di lokasi yang akan dikerjakan.
o   Untuk plesteran, perbandingan campuran antara semen dan pasir sesuai dengan spesifikasi dan instruksi direksi
o   Semua bagian yang akan di plester, dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran dan disiram dengan
o   air. Selama proses pengeringan Plesteran harus disiram air agar tidak terjadi retak-retak akibat
o   proses pengeringan yang terlalu cepat. Pencampuran material dilakukan dengan Concrete Mixer

3.    Pekerjaan Kolom Praktis dan balok
·         Persiapan lahan kerja.
·         Persiapan material kerja, antara lain : semen PC,  pasir, split, kaso, multiplek,  besi beton, kawat beton, paku, air, dll.
·         Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran, bor listrik, gunting besi, pembengkok besi, gergaji, unting-unting, benang, selang air, dll.

Pemasangan Balok Latei & Kolom Praktis

·         Pengukuran
·         Surveyor melakukan pengukuran dengan theodolith dan memberi tanda (marking) untuk posisi titik perletakan kolom beton praktis dan balok latel.
·         Fabrikasi besi beton untuk tulangan dengan mutu, ukuran dan panjang dibuat sesuai  gambar kerja yang telah disetujui. 
·         Fabrikasi besi beton untuk tulangan kolom praktis dan balok latei.
·         Besi beton yang telah difabrikasi diberi tanda sesuai dengan penempatannya, supaya tidak membingungkan pada saat akan dipasang.
·         Posisi besi beton untuk tulangan pada kolom praktis dan balok latei yang belum ada besi stek existing, terlebih dahulu dibuatkan besi stek dengan menggunakan alat bantu  bor listrik.
·         Fabrikasi bekesting
·         Fabrikasi bekesting untuk kolom beton praktis praktis menggunakan bahan dari multiplek dan perkuatan dengan menggunakan kaso.
·         Potong multiplek untuk bekesting kolom praktis dan balok lintel.
·         Pasang bekesting pada lokasi besi beton tulangan kolom praktis dan balok lintel dengan dimensi dibuat sesuai ukuran gambar kerja.
·         Pasang perkuatan/support pada bekesting.
·         Bekesting dipasang harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil pengecoran beton dapat menghasilkan bidang yang flat/maksimal. Gunakan waterpass/unting-unting untuk pengecekan.
·         Beton decking dipasang secara merata dan sesuai dengan kebutuhan.

Pengecoran beton
·         Sebelum pengecoran terlebih dahulu harus diperiksa kekuatan acuan yang sudah dipasang / difabrikasi, semua ukuran sudah sesuai rencana.
·         Pengecoran beton dilakukan menggunakan beton readymix K-175.
·         Setelah area siap, lakukan pengecoran beton. Tuang adukan beton ke area pengecoran, adukan beton diratakan dan dipadatkan sehingga beton tidak ada sarang tawon/keropos.

4.    Lantai Bak sampah
Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan pengecoran untuk pekerjan lantai,

a. Bahan-bahan:
- Semen.
Digunakan portland cement jenis I menurut NI-8 tahun 1972 dan memenuhi s-400 menurut Standar cement portland yang digariskan oleh Asosiasi Semen Indonesia (NI 8 TAHUN 1972). Semen yang telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu zak semen, tidak akan dipergunakan sebagai bahan campuran. Penyimpanan dilakukan sedemikian rupa sehingga terhindar dari tempat yang lembab agar semen tidak cepat mengeras. Tempat penyimpanan semen akan ditinggikan 30 cm dan tidak menempel terhadap dingding tempat penyimpanan serta tumpukan paling tinggi 2 m. Setiap semen baru yang masuk harus dipisahkan dari semen yang telah ada agar pemakaian semen dapat di lakukan menurut urutan pengiriman.
- Pasir beton.
Pasir beton yang di pergunakan berupa pasir berbutir-butir tajam dan keras,bebas dari bahanbahan organis,lumpurdan sejenisnya serta memenuhi komposisi butir serta kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam SK SNI T 15.1919.03 dan Baku mutu yang disyaratkan dalam dokumen kontrak.
- Kerikil.
Kerikil yang akan digunakan kerikil yang bersih dan bermutu baik, serta mempunyai gradasi dan kekerasan sesuai yang diisyaratkan dalam SK SNI T-15.1919.03.; Penimbunan kerikil dengan pasir akan dipisahkan agar kedua jenis material tersebut tidak tercampur untuk menjamin adukan beton dengan komposisi material yang tepat.
- Air.
·         Air yang digunakan adalah air tawar, tidak mengandung minyak, asam alkali, garam, bahan-bahan lain yang dapat merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini akan dipakai air bersih yang dapat diminum.

Komposisi / Campuran Beton / Mutu Beton
-       komposisi/Campuran beton yang digunakan adalah sesuai sepsifikasi dan sesuai dengan gambar kerja.
-       Pemborong akan melaporkan kepada Direksi/konsultan Pengawas apabila ada perbedaan yang didapat didalam gambar konstruksi dan gambar arsitektur.
-       Pengangkutan adukan beton dari tempat pengadukan ketemppat pengecoran akan dilakukan dengan cara:
-       Tidak berakibat pemisahan dan kehilangan bahan-bahan.
-       Tidak terjadi perbedaan waktu pengikatan yang menyolok antara beton yang sudah di cor dan yang akan di cor,dan nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton harus memenuhi SK SNI T-15.1919.03.

·         Pengecoran
-       Pengecoran beton akan dilaksanakan atas persetujuan tertulis Direksi / konsultan Pengawas. Selama pengecoran berlangsung pekerja dilarang berdiri dan berjalan-jalan diatas area pengecoran. Untuk dapat sampai ke tempat-tempat yang sulit dicapai harus digunakan papanpapan berkaki yang tidak membebani pengecoran. Kaki-kaki tersebut dapat di cabut pada saat beton di cor.
-       Apabila pengecoran beton akan di hentikan(digantung), maka tempat penghentiannya akan di setujui oleh Direksi / Konsultan Pengawas. Untuk melanjutkan bagian pekerjaan yang di putus tersebut,bagian permukaan yang mengeras akan dibersihkan dan dibuat kasar kemudian diberi additive yang memperlambat proses pengerasan. Kecuali pada pengecoran kolom, adukan tidak akan dicurahkan dari ketinggian yang lebih tinggi dari 1,5 m.
·         Perawatan beton
-       Beton yang sudah di cor akan dijaga agar tidak kehilangan kelembapan untuk paling sedikit 14 (empat belas) hari. Untuk keperluan tersebut ditetapkan cara sebagai berikut:
1.    Dipergunakan karung-karung goni yang senantiasa basah sebagai penutup beton.
2.    Hasil pekerjaan beton yang tidak baik seperti sarang kerikil, permukaan tidak mengikuti bentuk yang diinginkan, munculnya pembesian pada permukaan beto,dan lain-lain yang tidak memenuhi syarat, akan dibongkar kembali sebagian atau seluruhnya menurut perintah Direksi / Konsultan Pengawas. Untuk selanjutnya diganti atau diperbaiki segera atas resiko pemborong.
·         Semua beton yang dimintakan untuk dipekerjakan dalam spesifikasi ini sudah tercakup dalam harga yang ditawarkan dalam Daftar Volume Pekerjaan, harga satuan yang ditawarkan untuk pekerjaan ini mencakup biaya-biaya air, pasir, kerikil, semen, pemeliharaan, pengujian beton, serta semua pekerjaan-pekrjaan lainnya sesuai dengan persyaratan dan keperluan yang termaksud diatas.


TEMPAT AIR WUDHU
1.    Pekerjaan Sloof
a.    Penggalian 1 m3 tanah biasa sedalam 1 m
·         Galian tanah untuk sloof harus sesuai dengan ukuran dalam gambar pelaksanaan yaitu sedalam 1m. Apabila diperlukan untuk mencapai daya dukung yang baik,dasar galian harus dipadatkan/ditumbuk.
·         jika galian melampaui batas kedalaman,kontraktor harus menimbun kembali dan dipadatkan sampai kepadatan maksimum,Hasil galian yang dapat dipakai untuk penimbunan harus diangkut langsung ke tempat yang sudah direncanakan dan disetujui oleh Direksi.

b.    Beton sloof
Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan pengecoran untuk pekerjan
beton sloof,

a. Bahan-bahan:
- Semen.
Digunakan portland cement jenis I menurut NI-8 tahun 1972 dan memenuhi s-400 menurut Standar cement portland yang digariskan oleh Asosiasi Semen Indonesia (NI 8 TAHUN 1972). Semen yang telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu zak semen, tidak akan dipergunakan sebagai bahan campuran. Penyimpanan dilakukan sedemikian rupa sehingga terhindar dari tempat yang lembab agar semen tidak cepat mengeras. Tempat penyimpanan semen akan ditinggikan 30 cm dan tidak menempel terhadap dingding tempat penyimpanan serta tumpukan paling tinggi 2 m. Setiap semen baru yang masuk harus dipisahkan dari semen yang telah ada agar pemakaian semen dapat di lakukan menurut urutan pengiriman.
- Pasir beton.
Pasir beton yang di pergunakan berupa pasir berbutir-butir tajam dan keras,bebas dari bahanbahan organis,lumpurdan sejenisnya serta memenuhi komposisi butir serta kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam SK SNI T 15.1919.03 dan Baku mutu yang disyaratkan dalam dokumen kontrak.
- Kerikil.
Kerikil yang akan digunakan kerikil yang bersih dan bermutu baik, serta mempunyai gradasi dan kekerasan sesuai yang diisyaratkan dalam SK SNI T-15.1919.03.; Penimbunan kerikil dengan pasir akan dipisahkan agar kedua jenis material tersebut tidak tercampur untuk menjamin adukan beton dengan komposisi material yang tepat.
- Air.
Air yang digunakan adalah air tawar, tidak mengandung minyak, asam alkali, garam, bahan-bahan lain yang dapat merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini akan dipakai air bersih yang dapat diminum.
- Besi beton.
Besi beton yang digunakan adalah sesuai dengan gambar bestek dengan mutu baja polos BJTP 24 dengan tegangan leleh fy=240 Mpa. Daya lekat baja tulangan akan dijaga dari kotoran,lemak,minyak,karat lepas dan bahan lain nya. Besi beton akan disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak disimpan di udara terbuka dalam jangka waktu panjang. Besi beton digunakan pada pondasi tapak dan di tempat yang menggunakan beton bertulang sesuai dengan gambar rencana. Membengkok dan meluruskan tulangan akan dilakukan dalam keadaan batang dingin. Tulangan harus dipotong dan dibengkokkan sesuai gambar dan harus minta persetujuan Direksi / Pengawas terlebih dahulu.antara tulangan harus diikat dengan kawat bendrat dan
dipastikan ikatan kuat sehingga tidak merubah bentuk dan ukuran yang direncanakan.

b. Komposisi / Campuran Beton / Mutu Beton
-       komposisi/Campuran beton yang digunakan adalah sesuai sepsifikasi dan sesuai dengan gambar kerja.
-       Pemborong akan melaporkan kepada Direksi/konsultan Pengawas apabila ada perbedaan yang didapat didalam gambar konstruksi dan gambar arsitektur.
-       Pengangkutan adukan beton dari tempat pengadukan ketemppat pengecoran akan dilakukan dengan cara:
-       Tidak berakibat pemisahan dan kehilangan bahan-bahan.
-       Tidak terjadi perbedaan waktu pengikatan yang menyolok antara beton yang sudah di cor dan yang akan di cor,dan nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton harus memenuhi SK SNI T-15.1919.03.

·         Pengecoran
-       Pengecoran beton akan dilaksanakan atas persetujuan tertulis Direksi / konsultan Pengawas. Selama pengecoran berlangsung pekerja dilarang berdiri dan berjalan-jalan diatas area pengecoran. Untuk dapat sampai ke tempat-tempat yang sulit dicapai harus digunakan papanpapan berkaki yang tidak membebani pengecoran. Kaki-kaki tersebut dapat di cabut pada saat beton di cor.
-       Apabila pengecoran beton akan di hentikan(digantung), maka tempat penghentiannya akan di setujui oleh Direksi / Konsultan Pengawas. Untuk melanjutkan bagian pekerjaan yang di putus tersebut,bagian permukaan yang mengeras akan dibersihkan dan dibuat kasar kemudian diberi additive yang memperlambat proses pengerasan. Kecuali pada pengecoran kolom, adukan tidak akan dicurahkan dari ketinggian yang lebih tinggi dari 1,5 m.
·         Perawatan beton
-       Beton yang sudah di cor akan dijaga agar tidak kehilangan kelembapan untuk paling sedikit 14 (empat belas) hari. Untuk keperluan tersebut ditetapkan cara sebagai berikut:
1.    Dipergunakan karung-karung goni yang senantiasa basah sebagai penutup beton.
2.    Hasil pekerjaan beton yang tidak baik seperti sarang kerikil, permukaan tidak mengikuti bentuk yang diinginkan, munculnya pembesian pada permukaan beto,dan lain-lain yang tidak memenuhi syarat, akan dibongkar kembali sebagian atau seluruhnya menurut perintah Direksi / Konsultan Pengawas. Untuk selanjutnya diganti atau diperbaiki segera atas resiko pemborong.
3.    Semua beton yang dimintakan untuk dipekerjakan dalam spesifikasi ini sudah tercakup dalam harga yang ditawarkan dalam Daftar Volume Pekerjaan, harga satuan yang ditawarkan untuk pekerjaan ini mencakup biaya-biaya air, pasir, kerikil, semen, pemeliharaan, pengujian beton, serta semua pekerjaan-pekrjaan lainnya sesuai dengan persyaratan dan keperluan yang termaksud diatas.

c.    Tulangan sloof
-       Besi beton yang digunakan adalah sesuai dengan gambar bestek dengan mutu baja polos BJTP 24 dengan tegangan leleh fy=240 Mpa. Daya lekat baja tulangan akan dijaga dari kotoran,lemak,minyak,karat lepas dan bahan lain nya. Besi beton akan disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak disimpan di udara terbuka dalam jangka waktu panjang. Besi beton digunakan pada sloof dan di tempat yang menggunakan beton bertulang sesuai dengan gambar rencana. Membengkok dan meluruskan tulangan akan dilakukan dalam keadaan batang dingin. Tulangan harus dipotong dan dibengkokkan sesuai gambar dan harus minta persetujuan Direksi / Pengawas terlebih dahulu.antara tulangan harus diikat dengan kawat bendrat dan
-       dipastikan ikatan kuat sehingga tidak merubah bentuk dan ukuran yang direncanakan.

2.    Pekerjaan Dinding
a.    Pasangan bata
1.    Persiapan
o   Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pasang bata.
o   Approval material yang akan digunakan.
o   Persiapan lahan kerja.
o   Persiapan material kerja, antara lain : bata, semen PC, pasir pasang dan air..
o   Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, water pass, meteran, benang,unting-unting, profil, selang air, sendok semen, dll.
2.    Pengukuran
o   Pengukuran dengan menggunakan alat ukur theodolith dan waterpass.
o   Juru ukur menentukan dan menandai (marking) lokasi yang akan dipasang batu bata termasuk titik-titik kolom praktis, as dinding, ketinggian pasangan, siku ruangan dan ketebalan dinding.
3.    Pelaksanaan pekerjaan pasang bata
o   Pasangan bata biasa dengan menggunakan adukan sesuai dengan spesifikasi teknis
o   Sebelum bata dipasang terlebih dahulu direndam dalam air jenuh, agar air semen adukan tidak terserap dalam bata yang mana akan mengakibatkan adukan mudah rontok dan dan pasangan batu bata cukup kuat.
o   Buat adukan untuk pasangan dinding bata.
o   Pasang profil dan benang serta unting-unting untuk acuan pasangan dinding bata.
o   Pasang dan susun bata pada area yang telah diberi tanda marking dengan menggunakan perekat adukan.
o   Cek dan periksa kesikuan/kerataan pasangan bata pada setiap ketinggian 1 m.

b.    Plesteran
o   Material Semen PC, Pasir Pasangan, dan Air sudah harus on site di lokasi yang akan dikerjakan.
o   Untuk plesteran, perbandingan campuran antara semen dan pasir sesuai dengan spesifikasi dan instruksi direksi
o   Semua bagian yang akan di plester, dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran dan disiram dengan
o   air. Selama proses pengeringan Plesteran harus disiram air agar tidak terjadi retak-retak akibat
o   proses pengeringan yang terlalu cepat. Pencampuran material dilakukan dengan Concrete Mixer

3.    Pekerjaan Keramik Dinding 20x40
·         Pada pekerjaan dinding seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan diatas plesteran, sebelum dilakukan pemasangan keramik terlebih dahulu plesteran diratakan.
·         Pola pemasangan keramik lantai sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar) dibuat sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan pabrik.
·         Keramik yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. pemotongan pasangan keramik dilakukan dengan alat gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang sempurna.

4.    Pekerjaan Keramik Lantai 40x40
·         Pada pekerjaan lantai seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan diatas beton cor,.
·         Pola pemasangan keramik sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar) dibuat sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan pabrik.
·         Keramik yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. pemotongan pasangan keramik dilakukan dengan alat gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang sempurna
5.    Lantai Kerja
a.    Rabat beton lantai kerja
·         Persiapan
Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir, split dan air.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain :  concrete mixer, meteran, waterpass, cangkul, talang cor, ember, sendok semen, raskam, benang, selang air, dll.

·         Pengukuran
Terlebih dahulu juru ukur (surveyor) melakukan pengukuran untuk menentukan leveling lantai kerja. Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi warna cat.

Pelaksanaan pekerjaan lantai kerja
·         Untuk lantai kerja dibuat dengan ketebalan sesuai rencana.
·         Buat adukan untuk lantai kerja dengan campuran sesuai dengan spesifikasi teknis dan instruksi direksi.  
·         Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang lantai kerja sudah  terdapat urugan pasir  dengan ketebalan yang sesuai  rencana dan telah diratakan.
·         Bersihkan lokasi yang akan dipasang lantai kerja dari sampah atau kotoran.
·         Pasang patok dan leveling lantai kerja yang diperlukan sebagai acuan untuk menentukan ketebalan. Bisa juga dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1 m untuk leveling lantai kerja.
·         Tuangkan adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau ember.
·         Adukan lantai kerja diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok adukan/raskam sampai ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melakukan tarikan benang dari patok level satu dengan yang lainnya.

6.    Bongkar dan Pasang Pintu Musholla Kaca Frameless tebal 12 mm
Pekerjaan ini meliputi pembongkaran pintu musholla dan pemasangan pintu musholla. sebelum memulai pekerjaan, pintu yang akan dipasang sudah harus disiapkan dilokasi pekerjaan.
pertama bongkar pintu dengan baik dan rapi untuk menghindari kerusakan kusen saat pembongkaran
selanjutnya pasang kembali pintu yang baru dengan baik dan rapi

7.    Instalasi air bersih dan Kotor
·         Persiapan gambar shop drawing pekerjaan instalasi air bersih dan air kotor.
·         Approval material yang akan digunakan.
·         Persiapan lahan kerja.
·         pengukuran dan pembuatan titik patok
·         Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat bantu kerja disiapkan.
·         Pekerjaan instalasi air bersih dan air kotor dilaksanakan sesuai dengan gambar kerja dan instruksi direksi
·         Tahap akhir adalah pengecekan yang berfungsi untuk mengecek apakah instalasi air bersih dan air kotor tersebut berfungsi sesuai dengan rencana.

PEMBERSIHAN
Setelah pekerjaan selesai dilaksanakan, akan dilakukan pembersihan lokasi, Dalam
hal ini membersihkan lapangan kerja sebelum serah terima pekerjaan di mulai dari semua tumpukan bahan bahan, termasuk sisa sisa bahan bangunan/pekerjaan, sampah sampah dan lain-lain pada daerah tertentu ditempat pekerjaan. Semua hasil pembongkaran/pembersihan tersebut dibuang ketempat yang telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan.


Pek. Pengukuran dan pematokan
Sebelum pekerjaan dimulai terlebih dahulu dilaksanakan Rekayasa lapangan bersama-sama dengan Direksi / Pemilik Proyek atau yang mewakili yang bertujuan untuk :
1. Membuat / menentukan patok patok kerja pada lokasi pekerjaan.
2. Malakukan pengukuran kembali guna menyesuaikan kwantitas pekerjaan pekerjaan yang tercantum dalam kontrak dan kondisi lapangan.
3. Apabila dijumpai perbedaan-perbedaan perhitungan perlu ditentukan suatu acuan sebagai pelaksanaan.
4. Selesai rekayasa lapangan, dibuat suatu berita acara dari rekayasa lapangan tersebut sebagai pedoman pelaksanaan selanjutnya.
Photo dokumentasi papan nama proyek dan pelaporan
Foto dokumentasi akan diambil pada kondisi sebelum pekerjaan dimulai (0 %)dan pekerjaan yang sedang dilaksanakan serta pekerjaan selesai dilaksanakan (100%). Pengambilan foto dilakukan pada posisi pengambilan yang sama sehingga dapat menghasilkan Dokumentasi yang menggambarkan proses pelaksanaan pekerjaan dari awal sampai selesai..

 Papan nama proyek akan dipasangkan pada saat pelaksanaan pekerjaan. Papan nama ini dibuat dengan jumlah yang telah ditentukan. Bahan dari papan nama ini dibuat dari bahan yang ditentukan dalam RKS dengan ukuran dan bentuk sesuai yang disyaratkan. Demikian juga dengan bentuk, ukuran dan isi tulisan yang ada pada papan nama proyek akan dipasang di lokasi yang strategis dan mudah dilihat oleh umum.

Pekerjaan pelaporan dibuat sesuai sesuai dengan instruksi dan persetujuan dari direksi, pekerjaan pelaporan yang dibuat diantaranya:
·         Laporan Harian
Laporan harian merupakan penyusunan seluruh isian formulir standard. Laporan harian yang berisikan
antara lain: jenis pekerjaan, tenaga kerja, peralatan yang digunakan, kondisi cuaca dan permasalahan yang
timbul
·         Laporan Mingguan
Laporan mingguan merupakan rekapitulasi dari laporan harian yang isinya antara lain: rencana kerja dan
realisasi progres fisik pekerjaan setiap minggu, rencana kegiatan untuk minggu berikutnya.
·         Laporan Bulanan
Laporan bulanan merupakan rekapitulasi laporan mingguan yang isinya antara lain: rencana kerja dan
realisasi progres fisik seta yang berkaitan dengan bahan dan rencana kegiatan bulan berikutnya.
Alat-alat bantu dan perancah kerja
Pekerjaan ini meliputi mendatangkan alat alat bantu yang digunakan untuk pekerjaan Serta perancah kerja sudah harus disiapkan dilokasi pekerjaan sebelum pekerjaan dimulai
Pek. Bongkaran seng lama
Pekerjaan pembongkaran seng lama ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan intruksi khusus dari pemberi tugas/konsultan. Pekerjaan ini mencakup pembongkaran, penanganan, pembuangan atau penumpukan bekas bongkaran.
Untuk bekas bongkaran diperlukan Pembuangan keluar Site dan Kerapihan Bekas Bongkaran sehingga tidak akan mengganggu kegiatan yang ada.
Pek. Bongkaran rangka kuda-kuda sisi luar (Tempiasan 1 mtr)

Pekerjaan pembongkaran rangka kuda kuda sisi luar  ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan intruksi khusus dari pemberi tugas/konsultan. Pekerjaan ini mencakup pembongkaran, penanganan, pembuangan atau penumpukan bekas bongkaran.
Untuk bekas bongkaran diperlukan Pembuangan keluar Site dan Kerapihan Bekas Bongkaran sehingga tidak akan mengganggu kegiatan yang ada.
Pek. Bongkaran Paving Blok

Pekerjaan pembongkaran paving block  ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan intruksi khusus dari pemberi tugas/konsultan. Pekerjaan ini mencakup pembongkaran, penanganan, pembuangan atau penumpukan bekas bongkaran.
Untuk bekas bongkaran diperlukan Pembuangan keluar Site dan Kerapihan Bekas Bongkaran sehingga tidak akan mengganggu kegiatan yang ada.
Pek Selasar - Pek. Galian tanah utk umpak dudukan besi penyangga

Galian tanah dilakukan sesuai dengan RKS dan gambar kerja. Penempatan tanah hasil galian akan
diatur sedemikian rupa di lapangan, agar tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
Penggalian dimulai dari muka tanah dengan harus mengambil lebar yang cukup sesuai gambar
atau ditentukan lain oleh Direksi. pekerjaan galian ini berfungsi untuk umpak dudukan besi penyangga
Pek Selasar - Pondasi Umpak, Cetakan Beton 2 x pakai

Bekisting dibuat sebagai acuan pembentukan dimensi beton yang diinginkan sesuai gambar,
bekisting ini menggunakan kayu sesuai dengan spesifikasi dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuraan dan posisi seperti yang di
isyaratkan pada gambar.
2. Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan oleh beton
basah, beban pelaksanaan dan beban – beban lainnya.
3. Bekisting harus cukup kaku ( stabil ) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang tetap
struktur beton sesuai dengan yang direncanakan.
4. Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan
pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
5. Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusak/bocor saat pelaksanaan pengecoran dan
juga tidak merusak beton.
6. Pada sisi dalam bekisting diolesi minyak bekisting supaya bahan bekisting tidak menyerap air
semen dan tidak merusak beton.
7. Pemasangan bekisting harus benar – benar sesuai dengan gambar rencana, baik secara vertical
maupun horizontal.
Pembuatan cetakan dan acuan akan merujuk kepada ketentuan-ketentuan didalam SK SNI T-
15.1919.03.
Pek Selasar - Pondasi Umpak, Beton 123

Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan pondasi umpak dengan beton campuran 1:2:3
a. Bahan-bahan:
- Semen.
Digunakan portland cement jenis I menurut NI-8 tahun 1972 dan memenuhi s-400 menurut Standar cement portland yang digariskan oleh Asosiasi Semen Indonesia (NI 8 TAHUN 1972). Semen yang telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu zak semen, tidak akan dipergunakan sebagai bahan campuran. Penyimpanan dilakukan sedemikian rupa sehingga terhindar dari tempat yang lembab agar semen tidak cepat mengeras. Tempat penyimpanan semen akan ditinggikan 30 cm dan tidak menempel terhadap dingding tempat penyimpanan serta tumpukan paling tinggi 2 m. Setiap semen baru yang masuk harus dipisahkan dari semen yang telah ada agar pemakaian semen dapat di lakukan menurut urutan pengiriman.
- Pasir beton.
Pasir beton yang di pergunakan berupa pasir berbutir-butir tajam dan keras,bebas dari bahanbahan organis,lumpurdan sejenisnya serta memenuhi komposisi butir serta kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam SK SNI T 15.1919.03 dan Baku mutu yang disyaratkan dalam dokumen kontrak.
- Kerikil.
Kerikil yang akan digunakan kerikil yang bersih dan bermutu baik, serta mempunyai gradasi dan kekerasan sesuai yang diisyaratkan dalam SK SNI T-15.1919.03.; Penimbunan kerikil dengan pasir akan dipisahkan agar kedua jenis material tersebut tidak tercampur untuk menjamin adukan beton dengan komposisi material yang tepat.
- Air.
Air yang digunakan adalah air tawar, tidak mengandung minyak, asam alkali, garam, bahan-bahan lain yang dapat merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini akan dipakai air bersih yang dapat diminum.

b. Komposisi / Campuran Beton / Mutu Beton
-       komposisi/Campuran beton yang digunakan adalah sesuai sepsifikasi dan sesuai dengan gambar kerja.
-       Pemborong akan melaporkan kepada Direksi/konsultan Pengawas apabila ada perbedaan yang didapat didalam gambar konstruksi dan gambar arsitektur.
-       Pengangkutan adukan beton dari tempat pengadukan ketemppat pengecoran akan dilakukan dengan cara:
a.       Tidak berakibat pemisahan dan kehilangan bahan-bahan.
b.       Tidak terjadi perbedaan waktu pengikatan yang menyolok antara beton yang sudah di cor dan yang akan di cor,dan nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton harus memenuhi SK SNI T-15.1919.03.



c.       Pengecoran
-       Pengecoran beton akan dilaksanakan atas persetujuan tertulis Direksi / konsultan Pengawas. Selama pengecoran berlangsung pekerja dilarang berdiri dan berjalan-jalan diatas area pengecoran. Untuk dapat sampai ke tempat-tempat yang sulit dicapai harus digunakan papanpapan berkaki yang tidak membebani pengecoran. Kaki-kaki tersebut dapat di cabut pada saat beton di cor.
-       Apabila pengecoran beton akan di hentikan(digantung), maka tempat penghentiannya akan di setujui oleh Direksi / Konsultan Pengawas. Untuk melanjutkan bagian pekerjaan yang di putus tersebut,bagian permukaan yang mengeras akan dibersihkan dan dibuat kasar kemudian diberi additive yang memperlambat proses pengerasan. Kecuali pada pengecoran kolom, adukan tidak akan dicurahkan dari ketinggian yang lebih tinggi dari 1,5 m.
d.       Perawatan beton
-       Beton yang sudah di cor akan dijaga agar tidak kehilangan kelembapan untuk paling sedikit 14 (empat belas) hari. Untuk keperluan tersebut ditetapkan cara sebagai berikut:
1.       Dipergunakan karung-karung goni yang senantiasa basah sebagai penutup beton.
2.       Hasil pekerjaan beton yang tidak baik seperti sarang kerikil, permukaan tidak mengikuti bentuk yang diinginkan, munculnya pembesian pada permukaan beton,dan lain-lain yang tidak memenuhi syarat, akan dibongkar kembali sebagian atau seluruhnya menurut perintah Direksi / Konsultan Pengawas. Untuk selanjutnya diganti atau diperbaiki segera atas resiko pemborong.
Semua beton yang dimintakan untuk dipekerjakan dalam spesifikasi ini sudah tercakup dalam harga yang ditawarkan dalam Daftar Volume Pekerjaan, harga satuan yang ditawarkan untuk pekerjaan ini mencakup biaya-biaya air, pasir, kerikil, semen, pemeliharaan, pengujian beton, serta semua pekerjaan-pekrjaan lainnya sesuai dengan persyaratan dan keperluan yang termaksud diatas
Pek Selasar - Pek.Keramik 40x40 utk kaki lima

1)       Pada pekerjaan lantai seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan diatas beton cor, sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu tanah pasir urug dipadatkan dengan alat pemadat.
2)       Pola pemasangan keramik lantai sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar) dibuat sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan pabrik.
3)       Keramik yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. Pinggulan pasangan keraamik dilakukan dengan alat gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang sempurna.
Pek Selasar - Pek.Besi Hollow 40x40 untuk penyangga talang, pengadaan besi hollow

1.       Sebelum dimulai pekerjaan, terlebih dahulu besi hollow di siapkan dilokasi pekerjaan
2.       Pengukuran pemasangan besi hollow 40x40 sesuai dengan spesifikasi teknis yang dianjurkan.
3.       Pengukuran tinggi besi hollow yang akan digunakan sebagai penyangga talang.
4.       Mengukur kedataran dan tegak lurus agar menghasilkan penyangga yang  baik.
5.       Dilanjutkan dengan memasang talang air
6.       Setelah selesai dilakukan pekerjaan pemasangan besi hollow, selanjutnya dicek kembali untuk memastikan pemasangan dilaksanakan dengan baik
Pek Selasar - Pek Selasar - Pek. Cat Minyak

Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan pengecatan dengan cat minyak.
1. Persiapan alat bantu kerja berupa steiger, kuas dan ampelas.
2. Menyiapkan material kerja berupa cat minyak.
3. Pastikan permukaan dalam keadaan kering, tidak lembab.
4. Permukaan dibersihkan dahulu sebelum dicat, yaitu dengan diampelas.
5. Setelah permukaan bersih, dilakukan pekerjaan pengecatan dengan cat minyak yang sesuai dengan persetujuan direksi
Pek. Kuda-kuda Baja Ringan utk Bagian Selasar

1. Persiapkan bahan dilokasi pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis
2. Persiapkan tempat pemasangan rangka atap
3. Pengukuran lokasi berdasarkan gambar kerja
4. Pemasangan masing masing profil baja ringan sesuai dengan gambar
5. Selalu cek sambungan apakah sudah benar benar bagus
6. Setelah pekerjaan ini baru dilaksanakan pekerjaan atap
Pek.Perbaikan kuda-kuda Kayu utk atap induk

1. Persiapkan bahan dilokasi pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis
2. Persiapkan tempat pemasangan rangka atap kuda kuda kayu
3. Pengukuran lokasi berdasarkan gambar kerja
4. Pemasangan masing masing kayu sesuai dengan gambar
5. Selalu cek sambungan apakah sudah benar benar bagus
6. Setelah pekerjaan ini baru dilaksanakan pekerjaan atap
Pek. Atap Superdeck Tebal 0,30 mm

Sebelum dilaksanakan pekerjaan atap superdeck, bahan bahan harus terlebih dahulu dipersiapkan
dilokasi pekerjaan seperti Atap superdeck warna merah maroon, Meteran, dll. Semua bahan harus sesuai dengan spesifikasi teknis dan mendapat persetujuan dari direksi. Pemasangan genteng metal yang harus
diperhatikan adalah bagian atas dan bawah. Genteng tidak bisa terbalik dalam pemasangannya
sebab ada SOK nya. Sehingga pemasangan lembaran pada sayap kanan dengan pemasangan
lembaran pada sayap kiri sama
Pek.Atap Fiber untuk Bukaan Cahaya

Sebelum dilaksanakan pekerjaan atap fiber, bahan bahan harus terlebih dahulu dipersiapkan
dilokasi pekerjaan seperti Atap fiber, dll. Semua bahan harus sesuai dengan spesifikasi teknis dan mendapat persetujuan dari direksi. Pemasangan atap fiber dilaksanakan bersamaan dengan atap superdeck dengan titik yang disetujui oleh direksi
Pek.Talang (Patry dan Bahan )
Kemiringan
Agar air mengalir kemiringan talang perlu di perhatikan. Perhitungannya adalah setiap 5 m talang terdapat kemiringan   antara 1,5 – 3 cm (sesuai dengan persetujuan direksi). Kemiringan dapat ditentukan dengan menggunakan waterpass atau selang air.
Corong ditempatkan disetiap 10 m talang (atau sesuai dengan persetujuan direksi dan gambar kerja). Agar air mengalir menuju corong, posisi corong harus lebih rendah. Terdapat 2 macam desain penempatan corong.
Pertama dengan menempatkan 2 corong di ujung talang. Kedua ujung talang lebih rendah dari pada titik tengah talang. Jadi air yang jatuh ke tengah talang akan dialirkan ke kanan dan kiri.
Kedua, cara ini corong ditaruh ditengah talang. Karena ujung talang yang lebih tinggi, maka air akan bergerak ke tengah.
Jika posisi Corong telah ditentukan, Gergaji digunakan untuk melubangi bagian tersebut. Untuk merakit Corong, di Corong terdapat ujung lipat yang masuk ke lingkaran kecil talang. Proses akhir adalah melipat ujung, untuk mengunci Corong pada talang. untuk penyambungan talang dilakukang dengan cara dipatri dengan bantuan alat bantu yang sudah disediakan

Pek. Rabung Atap Superdeck

Pekerjaan rabung dilaksanakan setelah pekerjaan rangka atap dan atap. Rabung yang digunakan
sesuai dengan spesifikasi dan mendapat persetujuan. Pemasangan rabung harus rapi dan
memastikan terpasang dengan bagus.
Pek.List Plank GRC

·         Ukur panjang area yang ingin dipasang list. Pastikan ukurannya tepat karena jika meleset beberapa centimeter aja bisa berpengaruh pada saat pemasangan list yang lain
·         Setelah itu, potong list yang akan dipasang sesuai dengan ukuran tadi dengan menggunakan cutter atau gergaji besi.
·         Selanjutnya buatlah "perekat" dari compound untuk menempelkan list pada dinding yang akan dipasang. Sediakan air, bubuk compound, wadah, dan kape. Bubuk compound diletakkan di suatu wadah (biasanya potongan papan gypsum atau potongan tripleks). Dikarenakan compound setelah terkena air cepat mengeras (kurang lebih 10 menit), maka saat pencampuran usahakan agar air yang dicampur sedikit demi sedikit sambil diaduk pelan-pelan.
·         "Perekat" yang sudah jadi selanjutnya dioleskan ke list yang telah dipotong tadi. Oleskan "perekat" tersebut secara merata agar semua bagian list dapat menempel pada dinding dan plafond secara merata.
·         Kemudian tempelkan list yang sudah diolesi "perekat" tersebut ke dinding dan plafond yang akan dipasang. Ratakan list tersebut sesuai dengan ukuran tadi (usahakan diberi tanda tempat yang akan ditempel list).
·         Setelah list tertempel pada dinding dan plafond, selanjutnya rapikan bagian atas dan bawah list dengan kape karena biasanya pada saat penempelan, ada bekas "perekat" yang keluar. Perapihan dapat dilakukan dengan amplas atau kape.
Pada sambungan list, usahakan agar tidak sampai keliatan. Caranya dengan menambah "perekat" atau membuat motif motif yang seolah-olah list tersebut keliatan sambung-menyambung.
Pek. Cat Minyak untuk Listplank

Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan pengecatan listplank dengan cat minyak.
1. Persiapan alat bantu kerja berupa steiger, kuas dan ampelas.
2. Menyiapkan material kerja berupa cat minyak.
3. Pastikan permukaan dalam keadaan kering, tidak lembab.
4. Permukaan dibersihkan dahulu sebelum dicat, yaitu dengan diampelas.
5. Setelah permukaan bersih, dilakukan pekerjaan pengecatan dengan cat minyak yang sesuai dengan persetujuan direksi
Pek.pipa dan Assesories pembuangan dari talang
Pertamatama pipa disiapkan di lokasi pekerjaan. spesifikasi pipa sesuai dengan spesifikasi teknis dan persetujuan direksi, pipa di sambungkan ke talang untuk meneruskan pembuangan ke lokasi yang telah ditetapkan sesuai dengan   gambar kerja.
Pek.Pembersihan akhir

Pekerjaan pembersihan dilaksanakan apabila seluruh pekerjaan proyek telah selesai dikerjakan
Pekerjaan ini meliputi:
·         Pembersihan Bongkaran bowplank
·         pembersihan sampah pada lokasi kerja
·         pembongkaran semua instalasi yang ada di basecamp
·         dll

Entri Populer